Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pertamina salurkan Bright Gas untuk dapur umum insiden kebakaran sumur minyak ilegal di Blora

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan bantuan  tabung Bright Gas untuk mendukung operasional dapur umum di posko pengungsian yang terdampak insiden kebakaran sumur minyak illegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Jumat siang (22/8).

Pertamina salurkan Bright Gas untuk dapur umum insiden kebakaran sumur minyak ilegal di Blora
X
Laporan Kontributor: Sutini

Elshinta.com - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan bantuan tabung Bright Gas untuk mendukung operasional dapur umum di posko pengungsian yang terdampak insiden kebakaran sumur minyak illegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Jumat siang (22/8).


Insiden kebakaran sumur minyak ilegal yang terjadi di Blora pada Minggu (17/8) lalu, menyebabkan korban jiwa dan membuat ratusan warga Desa Gandu terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Sebagai wujud kepeduliannya, Pertamina menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diberikan berupa 10 tabung Bright Gas 12 Kg Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga sekaligus untuk meringankan beban para korban pasca musibah tersebut.


“Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian Pertamina terhadap masyarakat yang menjadi korban atas insiden yang terjadi,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan.


Ia mengatakan, Pertamina menyadari pemulihan pascabencana memerlukan sinergi termasuk dalam memastikan stok energi yang aman dan mudah diakses karena dapat mendukung penyediaan makanan dan logistik dasar.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pertamina dalam mendukung pemulihan pasca peristiwa yang terjadi. “Tentunya bantuan ini meringankan beban warga, karena banyak warga kehilangan mata pencaharian dan akses energi akibat insiden ini,” tuturnya.


Pihaknya mengatakan bahwa bantuan yang diberikan Pertamina selanjutnya akan digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai kebutuhan di dapur umum. “Elpiji yang diberikan sangat berguna sebagai bahan bakar untuk memasak di dapur umum warga korban kebakaran yang mengungsi,” ungkapnya.


Sejumlah warga yang menjadi korban menyambut dengan antusias atas bantuan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Sriatun (45), yang harus meninggalkan rumahnya sejak kebakaran terjadi. “Terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada kami,” ucapnya.


Sumur minyak ilegal yang dibangun tanpa izin dan pengawasan resmi dapat menimbulkan berbagai bahaya serius, seperti risiko kebakaran yang mengancam keselamatan jiwa, pencemaran tanah dan sumber air, serta kerusakan lingkungan yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dan kelangsungan ekosistem sekitar. Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal ini demi menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.


Pertamina berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan dukungan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire